Kepala Dinas Pendididkan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Seni, Bapak Wilco G. Hukom, S.STP, M.Si. dalam sambutannya, “ Hari ini merupakan hari yang istimewa menyongsong masa depan. “ untuk itu, anak-anakku, belajarlah dengan kesungguhan karena negeri ini memerlukan generasi baru. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, dan berharap sekolah ini menjadi ekosistem dengan Kepala Sekolah, para guru yang bersemangat, serta libatkan OrangTua dan juga masyarakat,” Katanya berharap.
Ketua Yayasan Bapak Wem Papilaya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan mengajak Kepala Sekolah, para guru, pegawai agar tetap eksis dalam mengemban kerja sama juga Orang Tua Siswa. “Sebagai informasi, dan tetap ingat, Yayasan ini memasuki usia 90 tahun. “ Katanya bangga, menutup sambutannya.
Saatnya tiba Bacaan Alkitab “ Ulanagn 6 ayat 1 s.d. 9 mengawali refleksi pendeta L. Picanussa menyilakan 8 siswa yang duduk di depan untuk berdiri. Berikutnya menyuruh mereka untuk peragakan gaya selfi kemudian mereka menampilkan bagaimana berselfi. “ Ayo jangan malu-malu ulangi lagi gaya selfi yang santai.
“ kata Sang pendeta. Serentak tepuk tangan peserta kebaktian riuh……..! Berikutnya lagi “ Sekarang coba kalian peragakan gerakan senang. “ Ayo… ulangi lagi. “
“ Satu kali lagi” ungkap sang pendeta semangat. “ Terima kasih dan silahkan duduk.
Sadarlah kita bahwa kita berada dalam perbedaan, tetapi kita belajar dan terus belajar, dan itu harus dilakukan berulang ulang. Bacaan Alkitab ayat 7 mengatakan “ Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. “ untuk mendapat sekolah rujuk Google itu tidak mudah “ Ujar sang pendeta meyakinkan.
Begitu cintanya kepada Sang Guru Agung, para siswa kelas X, XI dan XII mengalum dawai dengan melantunkan puji-pujian. Tak kalah, Kepala Sekolah, para Guru dan Pegawai dengan lantunan lagu “ YESUS JURUMUDIKU “
Dra. E. Laturiuw, M.Si menegaskan “ kepada Bapak, Ibu Orang Tua Siswa, yang telah membawa anak-anak ke SMA Kristen, bukan terpaksa karena tidak diterima di sekolah lain,jangan liat gedungnya,tetapi liat isinya.“ Ungkap ibu lanny semringah.
“ Untuk itu, saya mengucapkan selamat bergabung, dan mari kita saling mendukung dalam doa, terus bergumul agar sekolah kita menuju sekolah….Google…” Tambahnya.
#SalamSekolahPenggerak"Mengalum Dawai Cinta SMASKRIS dalam Kebaktian Syukur Buka Tahun Ajaran 2024/2025"
- Detail
- Ditulis oleh TIM MEDIA
“ Syukur kepada, Yesus Kritus, Sang Guru Agung, telah menjadi tradisi SMASKRIS YPKPM Ambon, ketika memulai kegiatan pembelajaran. “ Ungkap Kepala SMA Kristen Dra. E. Laturiuw. M.Si. Hal ini disampaikan mengawali sambutannya dalam Kebaktian Syukur Buka Tahun Ajaran 2024/2025 SMA Kristen YPKPM Ambon, Jumat, 19 Juli 2024.
Kebaktian Syukur tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Seni, Bapak Wilco G. Hukom, S.STP, M.Si., Pengawas Pembina, Ketua Yayasan, Komite, Perwakilan Orang Tua, para Siswa dan Guru serta Pegawai.
Kepala Dinas Pendididkan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Seni, Bapak Wilco G. Hukom, S.STP, M.Si. dalam sambutannya, “ Hari ini merupakan hari yang istimewa menyongsong masa depan. “ untuk itu, anak-anakku, belajarlah dengan kesungguhan karena negeri ini memerlukan generasi baru. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, dan berharap sekolah ini menjadi ekosistem dengan Kepala Sekolah, para guru yang bersemangat, serta libatkan OrangTua dan juga masyarakat,” Katanya berharap.
Ketua Yayasan Bapak Wem Papilaya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan mengajak Kepala Sekolah, para guru, pegawai agar tetap eksis dalam mengemban kerja sama juga Orang Tua Siswa. “Sebagai informasi, dan tetap ingat, Yayasan ini memasuki usia 90 tahun. “ Katanya bangga, menutup sambutannya.
Saatnya tiba Bacaan Alkitab “ Ulanagn 6 ayat 1 s.d. 9 mengawali refleksi pendeta L. Picanussa menyilakan 8 siswa yang duduk di depan untuk berdiri. Berikutnya menyuruh mereka untuk peragakan gaya selfi kemudian mereka menampilkan bagaimana berselfi. “ Ayo jangan malu-malu ulangi lagi gaya selfi yang santai.
“ kata Sang pendeta. Serentak tepuk tangan peserta kebaktian riuh……..! Berikutnya lagi “ Sekarang coba kalian peragakan gerakan senang. “ Ayo… ulangi lagi. “
“ Satu kali lagi” ungkap sang pendeta semangat. “ Terima kasih dan silahkan duduk.
Sadarlah kita bahwa kita berada dalam perbedaan, tetapi kita belajar dan terus belajar, dan itu harus dilakukan berulang ulang. Bacaan Alkitab ayat 7 mengatakan “ Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. “ untuk mendapat sekolah rujuk Google itu tidak mudah “ Ujar sang pendeta meyakinkan.
Begitu cintanya kepada Sang Guru Agung, para siswa kelas X, XI dan XII mengalum dawai dengan melantunkan puji-pujian. Tak kalah, Kepala Sekolah, para Guru dan Pegawai dengan lantunan lagu “ YESUS JURUMUDIKU “
Dra. E. Laturiuw, M.Si menegaskan “ kepada Bapak, Ibu Orang Tua Siswa, yang telah membawa anak-anak ke SMA Kristen, bukan terpaksa karena tidak diterima di sekolah lain,jangan liat gedungnya,tetapi liat isinya.“ Ungkap ibu lanny semringah.
“ Untuk itu, saya mengucapkan selamat bergabung, dan mari kita saling mendukung dalam doa, terus bergumul agar sekolah kita menuju sekolah….Google…” Tambahnya.
#SalamSekolahPenggerak
comments
Kepala Dinas Pendididkan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Seni, Bapak Wilco G. Hukom, S.STP, M.Si. dalam sambutannya, “ Hari ini merupakan hari yang istimewa menyongsong masa depan. “ untuk itu, anak-anakku, belajarlah dengan kesungguhan karena negeri ini memerlukan generasi baru. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, dan berharap sekolah ini menjadi ekosistem dengan Kepala Sekolah, para guru yang bersemangat, serta libatkan OrangTua dan juga masyarakat,” Katanya berharap.
Ketua Yayasan Bapak Wem Papilaya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan mengajak Kepala Sekolah, para guru, pegawai agar tetap eksis dalam mengemban kerja sama juga Orang Tua Siswa. “Sebagai informasi, dan tetap ingat, Yayasan ini memasuki usia 90 tahun. “ Katanya bangga, menutup sambutannya.
Saatnya tiba Bacaan Alkitab “ Ulanagn 6 ayat 1 s.d. 9 mengawali refleksi pendeta L. Picanussa menyilakan 8 siswa yang duduk di depan untuk berdiri. Berikutnya menyuruh mereka untuk peragakan gaya selfi kemudian mereka menampilkan bagaimana berselfi. “ Ayo jangan malu-malu ulangi lagi gaya selfi yang santai.
“ kata Sang pendeta. Serentak tepuk tangan peserta kebaktian riuh……..! Berikutnya lagi “ Sekarang coba kalian peragakan gerakan senang. “ Ayo… ulangi lagi. “
“ Satu kali lagi” ungkap sang pendeta semangat. “ Terima kasih dan silahkan duduk.
Sadarlah kita bahwa kita berada dalam perbedaan, tetapi kita belajar dan terus belajar, dan itu harus dilakukan berulang ulang. Bacaan Alkitab ayat 7 mengatakan “ Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. “ untuk mendapat sekolah rujuk Google itu tidak mudah “ Ujar sang pendeta meyakinkan.
Begitu cintanya kepada Sang Guru Agung, para siswa kelas X, XI dan XII mengalum dawai dengan melantunkan puji-pujian. Tak kalah, Kepala Sekolah, para Guru dan Pegawai dengan lantunan lagu “ YESUS JURUMUDIKU “
Dra. E. Laturiuw, M.Si menegaskan “ kepada Bapak, Ibu Orang Tua Siswa, yang telah membawa anak-anak ke SMA Kristen, bukan terpaksa karena tidak diterima di sekolah lain,jangan liat gedungnya,tetapi liat isinya.“ Ungkap ibu lanny semringah.
“ Untuk itu, saya mengucapkan selamat bergabung, dan mari kita saling mendukung dalam doa, terus bergumul agar sekolah kita menuju sekolah….Google…” Tambahnya.
#SalamSekolahPenggerak